YAYASAN SEKOLAH ALAM DIGITAL - YSAD


Profile Sekolah Alam Digital adalah sebuah lembaga pendidikan non formal atau sekolah maya (virtual), bukan sebuah sekolah formal pada umumnya. Sekolah Alam Digital adalah suatu sekolah semu, tanpa siswa dan tanpa kelas. Karena itu kami tidak menerima siswa atau guru, apalagi melakukan kegiatan belajar atau mengajar formal seperti sekolah pada umumnya. Kegiatan utama kami adalah melakukan studi dan publikasi ESD (Education for Sustainable Development) atau dikenal dengan istilah PPB (Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan) dan akan ditingkatkan menjadi SDGs (Sustainable Development Goals) berdasarkan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kesepakatan pembangunan global.

Lembaga Pendidikan Sekolah Alam Digital didirikan oleh Bambang Parlupi, Roy Candra Yudha dan Marliana, pada tahun 2013. Kegiatannya mulai beroperasi secara mandiri, pada bulan April 2014 dengan meluncurkan situs www.sekolahalamdigital.org di bawah naungan YSAD (Yayasan Sekolah Alam Digital).


MISI

• Berusaha membantu memulihkan kerusakan alam dan lingkungan di planet bumi dan di wilayah Indonesia khususnya.

• Melakukan edukasi dan publikasi tentang lingkungan hidup dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB).

• Menjadi wahana belajar bagi generasi muda serta masyarakat Indonesia agar memiliki nilai-nilai kepekaan tentang pelestarian lingkungan.  

• Menjadi media studi, edukasi dan publikasi bagi para pendidik dan guru serta sebagai sarana literatur dan bahan ajar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah formal maupun lembaga pendidikan informal.


PROGRAM KERJA

Program kerja Sekolah Alam Digital adalah:

• Melakukan studi dan kajian tentang lingkungan hidup, Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan kewirausahaan.

• Membuat dan menerbitkan materi serta publikasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup dalam bentuk digital (e-book), modul atau buku panduan, video serta majalah elektronik (e-bulletin/e-magazine).

• Melakukan pelatihan-pelatihan tentang lingkungan hidup dan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB) serta pelatihan tentang kewirausahaan kepada masyarakat, pendidik dan pelajar.

• Mengimplementasikan kegiatan lingkungan kerakyatan menjadi nilai ekonomis

• Membentuk sekolah nyata tempat dilaksanakannya ajar mengajar 


PERSONEL

BAMBANG PARLUPI   

Bambang Parlupi, kelahiran Jakarta 14 Mei 1973. Sejak duduk dibangku sekolah menengah aktif mengikuti kegiatan kepanduan dan penjelajahan alam. Saat dibangku kuliah, bergabung pada unit kegiatan mahasiswa pecinta alam, MAPALABI (Mahasiswa Pecinta Alam ABI-Jakarta). Pria pehobi kegiatan alam terbuka ini pernah mengenyam pendidikan di Fakultas FISIP Universitas Terbuka Jakarta, namun tidak tamat. Sejak tahun 1999 bergabung menjadi menjadi anggota World Wide Fund for Nature Indonesia (Kerabat WWF) sebagai volunteer.

Sejak tahun 2000 aktif menjadi pekerja jurnalis yang khusus mengangkat isu lingkungan dan dunia penjelajahan di beberapa media cetak seperti Majalah Kabar Bumi dan Berita Bumi. Tulisan serta foto-foto jurnalistiknya banyak dItayangkan di sejumlah media cetak nasional. Pernah menjadi kontributor lepas di koran Suara Pembahuan dan The Jakarta Post. Pada tahun 2006, karya jurnalistiknya di The Jakarta Post mendapat Anugerah Pesona Wisata 2005, Kategori Media Cetak Terbaik I, dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Pada tahun 1999, penulis pernah menerbitkan buku panduan tentang jurnalistik lingkungan. Beberapa karyanya, berupa buku, buku panduan serta modul pendidikan lingkungan yang ditulis secara pribadi maupun bersama rekannya telah dipublikasikan secara mandiri. Sejak tahun 2013, penulis ikut serta merintis berdirinya situs www.pustakaborneo.org dan bertugas menjadi admin serta conten creator. Buah karya jurnalistiknya, berupa foto, news, feature, dan video dokumenter banyak menghiasi situs pustakaborneo.org. 

Saat ini, penulis masih aktif berkecimpung di dunia alam terbuka dengan mendirikan Yayasan Sekolah Alam Digital (YSAD) yang berfokus pada bidang pendidikan lingkungan dan publikasi tentang alam, budaya dan sustainable development. Kegiatan saat ini adalah berwiraswasta dibawah naungan CV Citra Media Buana yang bergerak di bidang dokumentasi foto, video dokumenter dan disain grafis. Disela waktunya masih aktif membantu divisi pendidikan WWF Indonesia dalam program Leading The Change, yang bergerak tentang education for sustainable development dan sustainable village di kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo). 


ROY CANDRA YUDHA

Roy Candra Yudha, adalah pria kelahiran Jakarta 1976 ini sudah tertarik dengan masalah lingkungan sejak mengikuti pelajar pecinta alam di SMA, kemudian melanjutkan studinya pada jurusan manajemen informatika di Universitas Gunadarma dan periklanan di STIKOM Prosia Jakarta.

Sejak tahun 1998, pria penggemar petualangan ini pernah bekerja di percetakan dan bermitra dengan beberapa agency periklanan dan Production House sebagai desainer grafis dan web, movie maker serta penulis. Di bidang publikasi juga telah membuat ratusan buku mulai dari menulis isi hingga layout berupa annual report, company profile, modul, guide book dan media publikasi lainnya.

Tidak sedikit hasil karyanya yang menjadi inspirasi bagi para penggiat usaha, para pengajar dan siswa, rekan bisnis, motivator perusahaan dan perfilman, karena terobosan dan ide cemerlangnya.

Tahun 1999 menjadi anggota Kerabat-WWF dengan banyak kegiatan volunter baik indoor maupun outdoor yang telah dilakukan bersama Team ESD WWF Indonesia. Pada tahun 2013 bersama rekannya mendirikan Yayasan Sekolah Alam Digital (YSAD) yang berorientasi pada publikasi lingkungan hidup, sustainable development dan budaya. Saat ini membantu program Leading the Change WWF Indonesia dalam merancang dan mengembangkan website serta media publikasi lainnya untuk kegiatan ESD & SDGs di kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo), Sumatera dan Papua.

Hingga kini di waktu senggangnya masih aktif dalam menjalankan usahanya dibidang foto dan videografi bersama mitra dengan lembaga lainnya. Inovasi dan penampilan baru akan terus dikembangkan dalam setiap hasil karyanya, kreasi yang baru ditekuninnya sekarang adalah restorasi foto dan digital art.