Lokakarya Pengembangan Kampung Berkelanjutan

17 September 2020, Muliantara

Latar Belakang 

Menurut Laporan Brundland yang dikeluarkan oleh PBB pada tahun 1987, Pembangunan Berkelanjutan adalah pembangunan yang memiliki prinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Dokumen-dokumen PBB, terutama dokumen hasil World Summit 2005 menyebut ketiga hal dimensi tersebut saling terkait dan merupakan pilar pendorong bagi pembangunan berkelanjutan. 

Lebih lanjut, pada tahun 2015, PBB telah menetapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs, adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari Tujuan Pembangunan Milenium yang ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai Deklarasi Milenium di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak akhir 2015. 

Secara Nasional dalam penerapan, Pemerintah Indonesia telah secara politik berkomitmen untuk melaksanakan SDGs, melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) SDGs Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Perpres tersebut juga merupakan komitmen agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pihak.

Prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah “tidak ada satu yang tertinggal” artinya semua orang termasuk masyarakat terlibat dan berperan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, baik sebagai objek dan subjek pembangunan. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat seharusnya terinformasi, terlibat dalam perencanaan, dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dalam sebuah perencanaan kampung berkelanjutan.

Kampung berkelanjutan adalah salah satu bentuk implementasi SDGs di tingkat desa yang semua penduduknya dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraanya, tanpa menurunkan kondisi lingkungan, sumber daya alam, atau kehidupan orang lain, di masa kini dan di masa depan. Kampung berkelanjutan memiliki tujuan: (1) meningkatkan pertumbuhan ekonomi; (2) melindungi lingkungan (3) memelihara komunitas yang kuat; (4) memperbaiki kualitas hidup. Kegiatan pengembangan kampung berkelanjutan diawali dengan mengidentifikasi atau memetakan kondisi awal kampung. Selanjutnya dari hasil identifikasi dan pemetaan tersebut dapat dijadikan dasar perencanaan pembangunan kampung berkelanjutan. 

WWF bekerjasama dengan MULIANTARA berinisiatif mengembang model kampung berkelanjutan. pengalaman ini perlu disebarluaskan melalui kegiatan berbagi pengalaman sesama penggiat praktisi pendamping masyarakat. hal ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman mengenai pengembangan Kampung berkelanjutan. oleh karena itu kami bermaksud menyelenggarakan Seri Lokakarya: Pengembangan kampung berkelanjutan bagi mitra WWF yang tergabung dalam program Leading the Change. 

Tujuan

  • Memahami Pengetahuan dasar Pembangunan Berkelanjutan
  • Memahami dan mengenal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Dunia (SDG’s)
  • Memahami konsep pengembangan Kampung Berkelanjutan di tingkat tapak
  • Memahami strategi, metode dan pendekatan Kampung Berkelanjutan
  • Uji coba modul pengembangan kampung berkelanjutan 

Luaran 

Meningkatkan kemampuan mitra WWF program Leading the Change dalam implementasi Program Kampung Berkelanjutan

Metodologi

  • Presentasi daring
  • Online Focus Group Discussion (OFGD)
  • Personal Worksheet
  • Group Work
  • Asistensi dan Mentoring 

Waktu dan Tempat Pelaksanaan 

Lokakarya akan dilaksanakan secara daring (online) menggunakan aplikasi ZOOM dan Whatsapp Group: 

  • Lokakarya terdiri dari 8 kali pertemuan 
  • Lokakarya dilaksanakan setiap hari Kamis dan Jumat dari tanggal 17 September 2020 hingga Oktober 2020 
  • Lokakarya dilaksanakan pukul 10.00 s.d 15.00 WIB 

Peserta 

30 peserta yang menjadi mitra WWF program Leading the Change. Peserta diharapkan berkomitmen penuh untuk mengikuti rangkaian Seri Lokakarya: Pengembangan Kampung Berkelanjutan dari awal hingga akhir. Pendaftaran Berikut link pendaftaran peserta: https://tinyurl.com/kampungberkelanjutan